Selasa, 25 November 2014

CATATAN SEJARAHKU

DI BLOG INI SEMUA PERJUANGAN DARI AWAL JOKOWI NAIK MENJADI PRESIDEN AKAN SAYA SIMPAN SEBAGAI SAKSI SEJARAH TANPA REKAYASA ,PENUH EMOSIONAL SEBAB INI ADALAH SEJARAH SATUS SAYA DI FACE BOOK

anak ku sakit ....uang ngak punya ......aku bawa jam 2 malam ke rs persahabatan tanpa aku bawa uang sepeserpun ,selanjutnya aku suruh daptar ketika aku daptar penjaga bertanya bayar cas atau kjs , aku jawab kalau kjs bagaimana .petugas menjawab siapkan ktp dan kk photo copi aku siapkan semuanya baptar , tebus obat biyaya nginap periksa dokter semua di bayar dengan hanya fhoto kopy kk dan ktp
SUBHANALLAH 9 hari di rawat ngak keluar biyaya sepeserpun , JOKO WI memang pro rakyat , jadi gubernur aja sudah begini yg dia lakukan buat rakyat apalagi jadi presiden saya yakin memang dia pimpinan yg benar benar memikirkan rakyatnya .....

KOALISI RAMPING MEMPERMUDAH PEMERINTAHAN ,RONGRONGAN DAN TEKANAN GOLONGAN ATAU PARTAI BISA KECIL SEKALI SEHINGGA PRESIDEN LELUASA UTK MEMIKIRKAN RAKYAT BUKAN BAGI BAGI KUE ATAU KEKUASAAN kalau anda pintar dan ingin perubahan tapi kalau anda ingin meneruskan SBY jilid 3 ya pilih prabowo DI JAMIN MAKIN TERPURUK BANGSA INI

BOLAK BALIK BICARA KEBOCORAN KEBOCORAN
Prabowo Justru "Tampar" Hatta Rajasa pernyataan yang berulang kali diucapkan calon presiden Prabowo Subianto soal kebocoran anggaran sebesar Rp 1.000 triliun tak tepat. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam debat capres dan cawapres di Hotel Gran Melia, Jakarta Selatan, Minggu (15/6/2014) malam. pernyataan Prabowo itu justru mengkritik wakilnya, Hatta Rajasa, yang terakhir menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.Pemaparan visi-misi Prabowo yang mengungkapkan kebocoran anggaran Rp 1.000 triliun merupakan kritik telak terhadap Hatta Rajasa. Prabowo lupa bahwa pasangannya adalah sosok menteri koordinator yang seharusnya telah melakukan kerja nyata untuk melakukan "perang" terhadap para mafia ekonomi, seperti Mr X yang menjadi mafia perminyakan,"Apa yg disampaikan Prabowo hanya retorika politik yang tidak tepat sasaran dan balik menyerang pasangannya.
"Perdebatan capres pada akhirnya tidak berhenti pada retorika, tetapi pada kredibilitas pemimpin untuk menjalankan visi-misinya,Visi-misi Prabowo dan Hatta, kata Hasto, menjadi bertolak belakang dengan sosok keduanya. Prabowo selalu mendengungkan ekonomi kerakyatan. Sementara itu, Hatta dinilainya cenderung menjalankan ekonomi liberal saat menjabat menteri dalam kabinet Susilo Bambang Yudhoyono.
"Pekerjaan rumah terbesar Prabowo adalah bagaimana menyatukan gagasan ekonomi kerakyatan dan ekonomi liberal yang menjadi ciri Hatta. Kritik yang disampaikan Prabowo sekaligus 'tamparan' keras bagi Hatta rajasa DAN SBY yang menurut Prabowo gagal mengatasi kebocoran penerimaan anggaran,"
LHO KO PILIH ORANG GAGAL JADI WAKIL EMANG NGAK ADA ORANG PINTER LAGI DI SANA ORANG GAGAL KO DI PILIH YA IKUT JADI Gagal